KaryakuResensimuCerita SeruProfilBuku TamuKontak





» Isi buku tamu di sini

Nama

Komentar
Zahrial
Banda Aceh
03 November 2006 14:40
bagus


astri
surabaya
01 November 2006 18:52
wah, bener-bener menyentuh perasaan cinta dan kesetiaan mereka berdua. mba ernst bener ga tertarik mo bikin lanjutan kisah cinta anggi dan ika setelah mereka dewasa dan mandiri dengan karir mereka masing-masing. aku setuju loh ama mba ayu archita. soalnya yang juga pernah mengangkat tema lesbian kan alberthien endah dengan novelnya 'jangan beri aku narkoba' alias 'detik terakhir', itu loh yang sudah dijadikan film dan diperankan ama cornelia agatha n sausan. sekarang mba alberthien juga mengangkat kembali tema yang sama, yaitu tentang dunia lesbian judul novelnya 'dicintai jo' pernah ditayangin di tv swasta.
aku tunggu loh, mba ernst yang maniez.


ayu archita
denpasar
01 September 2006 17:42
Ernst, saya adalah salah satu pembaca novel Sepasang Remaja Lesbian di Pinggir Jalan. "Terpesona" hanya itu yang dapat saya katakan untuk menggambarkan seluruh cerita yang Ernst tulis. Kedua tokoh utama begitu indah digambarkan seindah cinta yang mereka miliki. Rangkaian kata2nya pun sangat tepat, saat Ernst menceritakan suasana santai ataupun penuh keharuan. Begitu pula dengan penggambaran emosi kedua tokoh utama sangat mengena hingga mudah dimengerti.
Hampir setiap hari saya membacanya berulang kali. Ada rasa kagum dan iri dalam hati saya, begitu ingin memiliki cinta yang mereka rasakan. Kekaguman saya sendiri ada pada jalan cerita novel ini, begitu hidup. Apakah kedua tokoh ini hidup dalam dunia nyata? Mungkinkah ini pengalaman diri Ernst sendiri? Boleh saya mengetahuinya? Atau Ernst mau berbagi cerita dengan saya, saya akan sangat senang sekali.
Satu hal yang sangat membuat diri saya tergelitik rasa penasaran, mengapa Ernst memilih tanggal lahir Anggi adalah 17 April? Apakah hal itu menggambarkan kepribadian Anggi yang berbintang Aries? Mungkinkah benar bila mereka benar-benar nyata? Bagaimana dengan Ika, tanggal berapakah tanggal kelahirannya? Kalau boleh saya mengatakan ketidakpuasan saya, yaitu gambaran tentang Anggi begitu detil secara fisik, mengapa Ika secara fisik tidak digambarkan lebih detil juga? Sehingga saya kurang begitu menangkap mengapa Anggi begitu memuja Ika, selain tentunya Ika memiliki kecerdasan yang "luar biasa"?
Dan mengapa dibuat ending yang begitu ringkas, padahal kesedihan yang mereka alami sejak berpisah begitu panjang dan "menyentuh'? Apakah Ernst tidak ingin menulis dan membuat lanjutan ceritanya tentang kehidupan mereka selanjutnya setelah mereka bersatu kembali dalam suka dan dukanya sebagai sepasang lesbian misalnya, tentunya dengan akhir yang happy ending. Seperti autobiography Dave Pelzer yaitu The Lost boy, A Man Named Dave, dan A Child Called It. Dimana buku kedua hingga keempatnya merupakan pecahan cerita yang dirinci kembali sertiap detil kejadian dari buku pertamanya. Dan saya mengoleksi semua buku Dave Pelzer, Ernst. Mudah-mudahan Ernst mau mempertimbangkannya.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih. Mohon Ernst membalas imail dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ini. Dan bersedia memberi saya info bila Ernst ternyata mau menerbitkan kelanjutan dari novel ini.



Salam dengan Cinta yang Indah




Lusiana
Jakarta
13 Agustus 2006 14:50
Luar biasa isi website ini. Maju terus ya? GBU.


Ernest J.K. Wen
Surabaya
28 Juni 2006 11:44
Buat teman-teman yang udah isi buku tamu, Windi di Yogya, Miaw di Malang dan Atehna di Denpasar... Juga Dyta dan semua-semua. Salam kenal
Tengkyu ya...saya jadi terhibur, setelah beredar hampir 2 tahun masih ada aja yang memberikan perhatian terhadap novel saya SPRL. Beberapa waktu yang lalu ketika saya mengunjungi Gramedia Matraman, Jakarta, saya juga masih sempat melihat seseorang membeli novel ini... benar-benar jadi senang...
Saya emang ada rencana menulis tentang kaum minoritas lagi. Tokoh-tokohnya yang dewasa? Rasanya udah ada idenya.


windi
yogya
27 Juni 2006 10:13
SUNGGUH LUARBIASA MBAK ERNEST,MEMANG SEORANG PENULIS BERBAKAT.
http://caribakat.isCool.net
CARIBAKAT,KERJAONLINE


miaw
malang
25 Juni 2006 15:19
ceritanya bagus buanget bikin terharu. mbak Ernes bikin lagi ya novel tentang kaum minoritas, tapi tokoh utamanya jangan anak smu lagi gimana kalo yang udah matengan dikit pasti lebih seru
Bravo buat mbak Ernes


atehna
denpasar
24 Juni 2006 13:05
gue salah satu bagian dari dunia lesbian
dan novel kakak keren banget.
buat lesbian yang jomblo, konteks ak di athena_sweety06@yahoo.com


dyta
saltig
03 Mei 2006 18:24
wah kayanya emang udah telat banget untuk baca buku "sepasang remaja lesbian di persimpangan jalan" tapi saya bener2 tertarik pertama kali karena setting tempatnya yang sangat familiar dengan suatu masa dimana saya rasanya pernah merasakan berada di "asrama" itu.sebuah desa kecil yang terletak antara ambarawa-magelang,nama tempat itu bedono.
penggambaran yang sangat pas, suasana, keadaan lingkungan sekolahnya.yang membuat saya tertarik untuk mencari tahu lebih dalam lagi adalah beberapa tokoh yang rasanya memang pernah ada dan memiliki hubungan dengan sekolah yang dimaksud.apakah mba ernest pernah tinggal di asrama itu?
satu lagi, jalan cerita yang sangat menarik mengenai dua remaja yang tengah dalam "persimpangan" jalan menyadari bahwa dir mereka berbeda dari orang lain pada umumnya.dan dipaparkan dengan cara yang khas dan menarik pula sehingga tidak membuat pembaca menjadi bosan tetapi ingin terus melahap novel tersebut sampai akhirnya mengetahui bagaimana "ending" dari cerita tersebut.

gud luck buat novel terbarunya ya!


Nov-puteri angsa
Taiwan
07 April 2006 14:11
Mbak Er, selamat ya untuk novel terbarunya.....Walaupun belum membaca novel novelmu, tapi saya yakin pasti asyyiiik punya dhe ceritanya-ceritanya, pulang ke Indo pasti kuborong novel-novelmu untuk kubawa sebagai oleh oleh untuk teman-teman Indonesia disini.Terus berkarya....God Bless U.



Page : « Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Next »




Depan | Karyaku | Resensimu | Cerita Seru | Profil | Buku Tamu | Kontak

Copyright © 2004-2005 Ernest J. K. Wen
Dilarang mengutip atau menyalin sebagian atau seluruh isi website ini dalam bentuk atau cara apa pun tanpa izin dari penulis.
Anda dapat menghubungi penulis di ernest@ejkok.com. Anda bebas untuk melakukan link ke website ini.
Masalah berkenaan dengan website ini, silakan hubungi Webmaster.
This website is powered by harianto.com